Merajut (crochet maupun knitting) kini menjadi salah satu hobi kreatif yang sangat populer dan menenangkan. Selain menghasilkan berbagai produk menarik seperti tas, syal, selimut, hingga pakaian, merajut juga memiliki nilai estetika dan ekonomi yang tinggi. Namun, bagi kamu yang baru ingin memulai hobi ini, langkah awal yang sering memicu kebingungan adalah saat memilih benang rajut.
Di pasaran terdapat beragam variasi benang rajut dengan tekstur, ketebalan, dan bahan yang berbeda-beda. Menggunakan benang yang kurang tepat dapat membuat proses belajar terasa sulit dan hasil rajutan menjadi tidak maksimal. Artikel ini akan membahas secara tuntas cara memilih benang rajut yang cocok untuk pemula, mengenal berbagai jenis benang rajut dan harganya, hingga tips memilih ukuran hakpen (crochet hook) yang sesuai!
Bagi pemula, benang rajut bukan sekadar media warna, melainkan penentu kemudahan dalam mempelajari tusukan dasar (basic stitches).
Jika kamu salah memilih benang—misalnya benang yang mudah terbelah (splitting), terlalu berserat/berbulu, atau berukuran sangat kecil—proses melihat struktur lubang tusukan akan menjadi rumit. Pilihan benang rajut yang tepat akan mempercepat proses belajar dan memberikan hasil rajutan yang rapi.
Baca Artikel Lainnya: Jenis Benang Jahit yang Kuat untuk Denim & Panduan Lengkapnya


Berikut beberapa tips penting saat kamu memilih benang rajut pertama kamu:
Hindari membeli benang rajut kecil atau benang yang terlalu tebal (benang rajut besar) di tahap awal belajar.
Pilihlah benang berwarna terang seperti merah muda, kuning, pastel, atau putih, serta hindari warna gelap (seperti hitam atau cokelat tua) dan benang bernuansa multicolor/gradasi.
Benang berbahan katun kompor atau akrilik berkualitas tinggi sangat disarankan karena serat gulungannya padat dan tidak gampang terurai saat ditarik hakpen.

Untuk membantu kamu mengenali karakteristik tiap proyek, berikut adalah daftar jenis benang rajut dan harganya yang umum dijumpai di toko bahan jahit maupun craft store:
Benang katun terbuat dari serat alami yang lembut, adem, dan menyerap keringat.
Benang rajut polyester terbuat dari serat sintetis yang kuat dan tahan lama.
Benang rajut besar atau bernuansa velvet/chenille memiliki ukuran diameter yang tebal.
Benang rajut kecil umumnya berukuran sangat tipis.

Pertanyaan yang paling sering diajukan oleh calon perajut adalah berapakah harga benang rajut?
Harga benang rajut sangat bervariasi bergantung pada jenis bahan, berat/panjang gulungan (yardage), serta merknya:
Selain menyiapkan benang rajut, pastikan kamu juga menyiapkan alat pendukung berikut:

A: Jenis benang rajut yang umum dijumpai antara lain benang katun (termasuk milk cotton & katun kompor), benang polyester, benang nilon, benang akrilik, benang wol, benang rajut besar (chunky/chenille), dan benang rajut kecil (lace).
A: Harga benang rajut berkisar antara Rp5.000 hingga Rp30.000 per gulung untuk jenis standar (katun/polyester), sedangkan benang khusus atau bahan alami premium bisa mencapai puluhan hingga ratusan ribu rupiah.
A: Benang rajut milk cotton sangat lembut dan aman di kulit, sehingga cocok untuk membuat boneka (amigurumi), baju bayi, topi, syal, sweater, serta aksesoris fashion yang lembut.