Merangkai bunga segar maupun bunga buatan (artificial) membutuhkan fondasi yang kokoh agar posisinya tetap rapi dan tidak gampang layu. Di dunia florist, media tancap ini dikenal luas sebagai spon busa atau floral foam. Namun, banyak orang sering keliru memilih jenis spon busa yang tepat, sehingga bunga cepat layu atau busa hancur saat ditancapi tangkai bunga.
Jika kamu sedang mencari spon busa bunga yang awet dan tidak mudah rusak, simak panduan lengkap memilih, merawat, dan menggunakannya berikut ini.
Bagi pemula yang baru terjun ke hobi merangkai bunga, pertanyaan “spons untuk bunga namanya apa?” atau “busa buket namanya apa?” sangat sering muncul.
Secara umum di pasaran, spon busa bunga dikenal dengan sebutan floral foam, spon bunga, atau gabus bunga. Media ini dirancang khusus dengan pori-pori halus yang berfungsi sebagai tempat menancapkan tangkai bunga sekaligus menyerap air untuk menyuplai kesegaran bunga potong.

Sebelum membeli, penting untuk mengetahui bahwa spon busa terbagi menjadi dua jenis utama sesuai dengan jenis bunga yang akan dirangkai:
Di bawah mikroskop, struktur busa bunga sangat mirip dengan sarang lebah, dengan ruang-ruang di antara bilik-bilik penghubung yang memungkinkan air bergerak melalui material tersebut. Busa bunga juga sangat mirip dengan struktur seluler pada batang tumbuhan.
Busa bekerja dengan secara efektif menjadi perpanjangan batang bunga. Sebelum dipotong, tanaman menerima air melalui akarnya. Namun, ketika batang dipotong, air langsung masuk ke pembuluh air tanaman di titik tempat pemotongan dilakukan. Air ini “ditarik” ke atas batang oleh proses penguapan air dari permukaan daun dan batang. Tanpa air, bunga tidak dapat mekar dengan baik dan akan layu serta mati.

Pergerakan air ke dalam batang bunga terjadi ketika batang yang baru dipotong ditempatkan dalam wadah berisi air bersih, tanpa busa. Ketika batang ditempatkan dalam busa, pergerakan air terjadi terlebih dahulu melalui busa dan kemudian masuk ke dalam batang.
Busa tersebut menawarkan fungsi tambahan untuk menahan batang bunga agar tetap pada tempatnya. Meskipun berbagai klaim dibuat tentang busa yang dapat memperpanjang umur bunga, sebuah studi menemukan bahwa busa bunga dapat mengurangi umur bunga mawar potong dalam vas dan menyimpulkan bahwa “busa bunga tidak boleh digunakan selama penanganan pasca panen batang mawar potong”.
Memotong ulang tangkai bunga dan mengganti air satu atau dua kali selama masa hidup bunga di vas adalah cara sederhana dan bebas bahan kimia untuk memperpanjang umur bunga. Tindakan ini membantu batang bunga untuk terus menyerap air dengan menjaga pembuluh air tetap terbuka dan mencegah penumpukan bakteri, yang menyebabkan pembuluh air tersumbat.
Agar rangkaian bunga kamu tidak mudah roboh dan spon tidak cepat hancur, perhatikan kriteria berikut sebelum membeli:
Bahkan spon busa kualitas terbaik pun bisa cepat rusak jika salah dalam penggunaan. Ikuti trik berikut:
Cara terbaik untuk membuang air yang mengandung serpihan busa bunga adalah dengan menuangkannya melalui kain tenun rapat seperti sarung bantal bekas untuk menangkap sebanyak mungkin serpihan busa tersebut. Pada tahap pemahaman kita saat ini tentang mikroplastik dan dampaknya terhadap alam, praktik lingkungan terbaik adalah dengan menuangkan air yang telah disaring ini ke dalam lubang di tanah atau kebun untuk membatasi pergerakannya di lingkungan, tetapi jangan pernah ke dalam sistem air . Namun, penting untuk diingat bahwa serpihan plastik tersebut akan tetap berada di lubang itu untuk jangka waktu yang tidak terbatas.
Pertanyaan yang sering dicari para perangkai bunga adalah berapa harga busa spon? Harga spon busa bunga dipasaran sangat bervariasi tergantung pada merek, ukuran, dan jenisnya:
Spons untuk bunga namanya apa? Spons untuk merangkai bunga umumnya dinamakan floral foam, spon bunga, atau gabus bunga.
Berapa harga busa spon? Harga eceran busa spon berkisar antara Rp5.000 hingga Rp15.000 per balok, tergantung pada jenis (basah/kering) dan kualitas mereknya.
Pilihan spon busa bunga yang tepat sangat menentukan keindahan dan daya tahan hasil rangkaian bunga kamu. Pastikan kamu mencocokkan jenis busa bunga basah atau busa bunga kering sesuai dengan kebutuhan jenis bunga yang digunakan!